Cara Menentukan Harga Jual Barang Bekas untuk Perusahaan agar Tidak Merugi

📅 Agustus 24, 2026
👤 Nisha Kalya Salsabilla
🕒 7 min read
Cara Menentukan Harga Jual Barang Bekas untuk Perusahaan agar Tidak Merugi

Dalam operasional perusahaan, barang bekas sering kali dianggap sebagai aset yang sudah tidak bernilai. 

Padahal, meja kantor, kursi, lemari, komputer, printer, rak, perangkat elektronik, hingga perlatan gudang masih dapat menghasilkan pemasukan apabila dijual dengan strategi yang tepat.

Tantangannya adalah menentukan harga jual barang bekas secara objektif. Jika harga terlalu tinggi, barang akan sulit terjual dan memenuhi ruang penyimpanan.
 
Sebaliknya, jika harga terlalu rendah, perusahaan berisiko kehilangan nilai aset dan mengalami kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Bagi perusahaan, penjualan barang bekas bukan sekadar transaksi biasa. Proses ini berkaitan dengan efisiensi biaya, pengelolaan inventaris, pencatatan aset, hingga citra profesional perusahaan. 

Oleh karena itu, diperlukan metode penilaian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel ini membahas cara menentukan harga jual barang bekas perusahaan secara praktis, mulai dari menilai kondisi barang, melakukan riset pasar, menghitung penyusutan, hingga memilih metode penjualan yang paling sesuai.

Mengapa Penentuan Harga Harus Dilakukan dengan Tepat?



Menentukan harga jual barang bekas secara asal-asalan dapat menimbulkan beberapa masalah. Barang mungkin terlalu lama tersimpan, biaya pemindahan semakin besar, atau perusahaan tidak memperoleh hasil yang sebanding dengan nilai aset tersebut. 

Bagi perusahaan yang sedang melakukan renovasi kantor, pindah lokasi, pengurangan aset, atau penutupan cabang, penentuan harga yang akurat akan membantu mempercepat proses likuidasi inventaris. 

Dana hasil penjualan juga dapat digunakan untuk membeli perlengkapan baru atau mendukung kebutuhan operasional lainnya.

Selain itu, harga yang masuk akal membuat proses negosiasi lebih efisien. Calon pembeli dapat memahami alasan di balik harga yang ditawarkan, terutama jika perusahaan memiliki daftar barang, dokumentasi kondisi, dan informasi usia penggunaan yang jelas.

Harga barang bekas juga dipengaruhi oleh kondisi pasar. Furniture kantor, misalnya, dapat memiliki nilai jual yang berbeda berdasarkan desain, bahan, merek, ukuran, dan tren kebutuhan.

Sebuah kursi kantor ergonomis dari merek ternama bisa memiliki nilai lebih tinggi dibadingkan kursi biasa meskipun sama-sama telah digunakan beberapa tahun.


Faktor yang Memengaruhi Harga Jual Barang Bekas


1. Kondisi fisik barang

Kondisi fisik merupakan faktor pertama yang biasanya diperhatikan calon pembeli. Periksa apakah barang memiliki goresan, retak, karat, noda, bagian yang hilang, atau kerusakan struktural.

Untuk barang elektronik, pemeriksaan harus lebih detail. Pastikan perangkat dapat menyala, berfungsi normal, dan tidak memiliki kerusakan tersembunyi. 

Komputer, misalnya, perlu diperiksa dari sisi profesor, kapasitas RAM, penyimpanan, layer, baterai, port, serta sistem operasinya.

Anda dapat mengelompokkan kondisi barang ke dalam beberapa kategori:
  • Sangat baik (Fungsi normal, tampilan terawat, dan minim bekas penggunaan)
  • Baik (Terdapat tanda penggunaan ringan, tetapi semua fungsi berjalan)
  • Cukup (Terdapat kerusakan kosmetik atau membutuhkan perbaikan ringan)
  • Rusak (Fungsi utama tidak berjalan dan lebih sesuai untuk kanibalisasi suku cadang atau barang rongsok)
Semakin baik kondisi barang, semakin besar peluang perusahaan memperoleh harga jual yang tinggi.


2. Usia dan masa pemakaian

Usia barang berpengaruh langsung terhadap nilai jualnya. Barang yang baru digunakan beberapa bulan tentu memiliki nilai berbeda dibandingkan barang yang telah dipakai selama lima tahun.

Dalam akuntansi, penurunan nilai aset biasanya dihitung melalui depresiasi. Salah satu metode yang umum digunakan adalah metode garis lurus dengan rumus 

Depresiasi per tahun = (Harga perolehan - NIlai residu) ÷ Umur manfaat

Namun, nilai buku hasil depresiasi tidak selalu sama dengan harga pasar. Barang yang tercatat bernilai rendah dalam pembukuan masih bisa memiliki harga jual tinggi jika kondisi dan permintaannya baik. 

Sebaliknya, aset yang secara akuntasi masih bernilai mungkin sulit dijual jika modelnya sudah tidak relevan.


3. Merek, spesifikasi, dan kualitas bahan

Merek memiliki pengaruh kuat terhadap persepsi nilai. Furniture dari merek yang dikenal karena kualitasnya biasanya lebih mudah dijual dan memiliki harga yang lebih stabil.

Pada perangkat elektronik, spesifikasi menjadi pertimbangan penting. Laptop dengan prosesor generasi baru, RAM besar, dan penyimpanan SSD akan memiliki daya tarik lebih tinggi daripada meja yang mudah rusak atau sulit dibongkar.


4. Harga barang baru 

Bandingkan harga barang bekas dengan harga produk baru yang setara. Banyak pembeli menggunakan harga barang baru sebagai patokan untuk menilai apakah penawaran barang bekas masuk akal. 

Sebagai contoh, jika sebuah kursi kantor baru dijual Rp 2.000.000 dan kondisi barang bekas masih sangat baik, harga penawaran awal mungkin berada di kisaran 50-70 persen dari harga baru. Namun, angka tersebut bukan aturan mutlak. 

Faktor merek, usia, kelengkapan, jumlah barang, dan biaya pengangkutan tetap harus diperhitungkan.

5. Permintaan pasar

Barang yang banyak dicari akan lebih mudah dijual. Kursi kerja, meja kantor standar, rak penyimpanan, AC, komputer, dan printer biasanya memiliki pasar yang cukup luas.

Sebaliknya, barang dengan ukuran sangat besar, desain khusus, atau fungsi yang telalu spesifik dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual. Dalam kondisi ini, perusahaan mungkin perlu menetapkan harga lebih kompetitif atau menawarkan paket penjualan.

Cara Menentukan Harga Jual Barang Bekas

1. Buat daftar inventaris secara lengkap 

Langkah pertama adalah membuat daftar semua barang yang akan dijual. Catat nama barang, merek, tipe, jumlah, tahun pembelian, kondisi, kelengkapan, dan lokasi penyimpanan.

Dokumentasi ini membantu perusahaan menghindari kesalahan pencatatan. Selain itu, calon pembeli dapat memperoleh informasi yang jelas sebelum melakukan pemeriksaan langsung.

Contoh format pencatatan:

Nama barangJumlahUsiaKondisiHarga baruHarga penawaran
Kursi kantor20 unit3 tahunBaikRp2.000.000Rp1.000.000
Meja kerja10 unit4 tahunCukupRp2.500.000Rp900.000
Lemari besi5 unit5 tahunBaikRp3.500.000Rp1.750.000

Harga diatas hanya contoh. Penilaian akhir harus disesuaikan dengan kondisi dan harga pasar di wilayah perusahaan.


2. Lakukan riset harga pasar

Cari barang sejenis di marketplace, forum jual beli, toko barang bekas, dan jaringan vendor. Bandingkan barang berdasarkan merek. spesifikasi, usia, kondisi, serta lokasi.

Jangan hanya mengambil satu harga sebagai patokan. Gunaka beberapa penawaran untuk memperoleh kisaran harga yang lebih realistis.

Riset pasar membantu perusahaan memahami harga yang benar-benar ditawarkan, bukan sekadar harga ideal yang belum tentu menghasilkan transaksi.

Informasi mengenai furniture bekas menunjukkan bahwa margin dan harga sangat bergantung pada kondisi, merek, dan permintaan. 

Karena itu, harga perlu disusun dengan mempertimbangkan karakteristik setiap barang, bukan memakai satu persentase untuk seluruh inventaris.

3. Hitung nilai buku dan estimasi penyusutan

Jika data pembelian tersedia, hitung nilai buku barang berdasarkan umur manfaat dan nilai residunya. Perhitungan ini berguna untuk kebutuhan internal, terutama ketika perusahaan harus membuat laporan penjualan aset.

Contoh:
  • Harga perolehan meja: Rp5.000.000.

  • Nilai residu: Rp500.000.

  • Umur manfaat: 5 tahun.

  • Usia pemakaian: 3 tahun.

Depresiasi tahunan:

(Rp5.000.000 – Rp500.000) ÷ 5 = Rp900.000

Akumulasi depresiasi selama tiga tahun adalah Rp2.700.000. Dengan demikian, nilai bukunya sekitar Rp2.300.000. Nilai ini dapat menjadi salah satu acuan, lalu disesuaikan dengan kondisi fisik dan harga pasar.


4.  Tambahkan biaya perbaikan dan operasional 

Harga jual harus mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan sebelum barang berpindah tangan. Biaya tersebut dapat mencakup:

  • Perbaikan ringan.

  • Pembersihan dan pemolesan.

  • Pengemasan.

  • Pembongkaran.

  • Pengangkutan.

  • Penyimpanan sementara.

  • Biaya administrasi atau platform penjualan.

Jika perusahaan mengeluarkan Rp200.000 untuk memperbaiki sebuah printer, biaya tersebut sebaiknya dimasukkan dalam perhitungan agar transaksi tetap memberikan hasil yang layak.

Namun, jangan melakukan perbaikan besar tanpa menghitung potensi pengembaliannya. Jika biaya perbaikan hampir sama dengan kenaikan harga jual, barang mungkin lebih baik dijual apa adanya dengan keterangan kondisi yang transparan.


5. Tentukan harga minimum dan harga penawaran

Perusahaan sebaiknya memiliki dua angka: harga penawaran dan harga minimum. Harga penawaran memberi ruang untuk negosiasi, sedangkan harga minimum melindungi perusahaan dari penjualan yang terlalu rendah.

Misalnya, nilai wajar sebuah meja adalah Rp1.000.000. Perusahaan dapat memasang harga awal Rp1.150.000 dan menetapkan harga minimum Rp950.000. Dengan cara ini, tim penjualan memiliki batas negosiasi yang jelas.

Untuk penjualan dalam jumlah besar, perusahaan juga dapat menerapkan harga paket. Contohnya, pembelian 20 kursi mendapat harga khusus dibandingkan pembelian satuan. Strategi ini dapat mempercepat pengosongan gudang dan mengurangi biaya logistik.


Strategi Menjual Aset Perusahaan



Setelah harga ditentukan, pilih saluran penjualan yang sesuai. Marketplace cocok untuk barang satuan dengan ukuran kecil dan target pembeli luas. 

Sementara itu, vendor atau pengepul profesional lebih sesuai untuk perusahaan yang ingin menjual banyak barang sekaligus.

Penjualan langsung kepada karyawan juga bisa menjadi pilihan untuk barang tertentu, selama prosedurnya transparan dan mengikuti kebijakan internal perusahaan. 

Semua transaksi sebaiknya disertai dokumen seperti daftar barang, berita acara, kuitansi, dan bukti pembayaran.

Gunakan foto yang jelas dari beberapa sudut. Tampilkan bagian yang menunjukkan kondisi asli, termasuk cacat atau kerusakan. Deskripsi yang jujur dapat mengurangi komplain dan meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Jika jumlah aset sangat banyak, perusahaan dapat mempertimbangkan jasa pembelian atau penerimaan barang bekas kantor. 

Penyedia jasa yang berpengalaman biasanya membantu proses survei, penilaian, pemindahan, dan pengangkutan sehingga tim internal dapat berfokus pada pekerjaan utama.


Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan umum dapat membuat proses penjualan aset menjadi tidak efisien:

  • Menetapkan harga berdasarkan harga beli lama tanpa memperhatikan penyusutan.

  • Mengabaikan harga pasar dan hanya mengandalkan perkiraan pribadi.

  • Tidak menjelaskan kerusakan barang secara terbuka.

  • Menjual barang tanpa menghitung biaya pemindahan dan penyimpanan.

  • Menggabungkan barang berkualitas tinggi dengan barang rusak tanpa klasifikasi.

  • Tidak memiliki batas harga minimum.

  • Mengabaikan dokumen serah terima dan pencatatan aset.

Penetapan harga yang baik harus menggabungkan tiga hal, nilai internal, kondisi nyata, dan permintaan pasar. Rumus harga jual berbasis biaya dapat menjadi referensi, tetapi harga akhir tetap perlu disesuaikan dengan situasi transaksi.


Kesimpulan

Menentukan harga jual barang bekas perusahaan membutuhkan pendekatan yang objektif dan terstruktur. Mulailah dengan mendata inventaris, memeriksa kondisi fisik, membandingkan harga pasar, menghitung penyusutan, serta memasukkan biaya perbaikan dan logistik.

Jangan lupa menetapkan harga penawaran dan harga minimum agar proses negosiasi tetap terkendali. 

Untuk jumlah barang yang besar, bekerja sama dengan pihak yang memahami pembelian barang bekas kantor dapat membantu perusahaan menghemat waktu, mengurangi beban penyimpanan, dan mempercepat proses pengosongan aset.

Jika perusahaan Anda memiliki meja, kursi, lemari, komputer, printer, atau inventaris kantor lainnya yang sudah tidak digunakan, Anda dapat mempertimbangkan layanan dari terimabarangbekaskantor.com

Dengan pendekatan yang praktis dan proses yang lebih terarah, aset tidak terpakai berpeluang berubah menjadi nilai ekonomi bagi perusahaan.

Terima Barang Bekas Kantor
Tentang Penulis

Samsuri

Terima Barang Bekas Kantor merupakan layanan profesional yang bergerak di bidang pembelian aset perusahaan, furniture kantor, komputer, printer, AC, logam bekas, mesin industri, hingga jasa pengosongan kantor. Tim kami berpengalaman membantu perusahaan menjual aset yang sudah tidak digunakan dengan proses yang cepat, transparan, dan pembayaran langsung.