Tips Jual Furniture Bekas Perusahaan agar Cepat Laku dan Bernilai
Menjual furniture bekas perusahaan tidak bisa dilakukan hanya dengan mengambil foto lalu memasangnya di internet. Agar cepat laku dan mendapatkan harga yang sesuai, kamu perlu menyiapkan barang, menentukan harga, serta memilih cara penjualan yang tepat.
Furniture kantor seperti meja, kursi, lemari, rak, dan sofa masih memiliki nilai jual jika kondisinya layak digunakan. Banyak perusahaan atau pelaku usaha mencari furniture bekas untuk menghemat biaya pengadaan.
Karena itu, penting untuk memahami tips jual furniture bekas perusahaan sebelum menawarkan barang kepada calon pembeli. Persiapan yang baik dapat membantu proses penjualan menjadi lebih cepat, aman, dan menguntungkan.
Mengapa Furniture Bekas Perusahaan Masih Bernilai?

Furniture bekas perusahaan masih diminati karena harganya biasanya lebih terjangkau dibandingkan barang baru. Perusahaan rintisan, kantor cabang, sekolah, toko, dan pelaku usaha kecil sering memilih furniture bekas untuk menekan biaya operasional.
Selain harga, pembeli juga mempertimbangkan kualitas dan daya tahan barang. Meja kerja, kursi kantor, lemari arsip, dan rak penyimpanan yang masih kokoh dapat digunakan kembali tanpa perlu membeli produk baru.
Namun, tidak semua furniture bekas memiliki harga yang sama. Kondisi, merek, usia pemakaian, jumlah barang, dan biaya pengangkutan dapat memengaruhi nilai jualnya.
Karena itu, perusahaan perlu melakukan pendataan dan pemeriksaan sebelum menawarkan furniture kepada pembeli. Langkah ini juga membantu bagian pengelola aset menyiapkan proses penghapusan barang dengan lebih tertib.
Jenis Furniture yang Bisa Dijual
Hampir semua jenis furniture kantor dapat dijual kembali selama kondisinya masih layak. Beberapa jenis barang yang umum ditawarkan antara lain:
- Meja kerja karyawan.
- Meja meeting.
- Kursi kantor.
- Kursi tunggu.
- Lemari arsip.
- Rak penyimpanan.
- Meja resepsionis.
- Sofa kantor.
- Partisi ruangan.
- Loker karyawan.
- Meja komputer.
- Kabinet kantor.
Furniture dengan desain sederhana biasanya lebih mudah dijual karena dapat digunakan di berbagai jenis ruangan. Barang dengan warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan cokelat juga lebih mudah disesuaikan dengan interior kantor.
Tips Jual Furniture Bekas Perusahaan
1. Lakukan Pendataan Barang
Langkah pertama adalah membuat daftar furniture yang akan dijual. Catat nama barang, jumlah, ukuran, merek, usia pemakaian, dan kondisi setiap furniture.
Pendataan membantu perusahaan mengetahui total aset yang tersedia. Data tersebut juga memudahkan calon pembeli ketika ingin melakukan pemeriksaan atau meminta penawaran.
Pisahkan barang berdasarkan jenisnya. Misalnya, kelompokkan meja, kursi, lemari, rak, dan sofa dalam daftar yang berbeda.
Jika jumlah furniture cukup banyak, buatlah tabel sederhana. Dengan begitu, proses pengecekan, penghitungan, dan pelaporan aset dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Data yang rapi juga membantu bagian procurement, general affairs, atau manajemen ketika membuat keputusan terkait aset kantor.
2. Periksa Kondisi Furniture
Sebelum menentukan harga, periksa kondisi setiap barang secara menyeluruh. Perhatikan bagian permukaan, kaki, rangka, engsel, roda, laci, dan sambungan furniture.
Untuk meja, pastikan permukaannya tidak terlalu rusak dan rangkanya masih kokoh. Untuk kursi, periksa kondisi dudukan, sandaran, roda, serta mekanisme pengatur ketinggian.
Periksa juga apakah terdapat retak, karat, jamur, noda, atau bagian yang patah. Kondisi tersebut perlu dicatat agar informasi kepada calon pembeli tetap jujur.
Furniture dengan kerusakan ringan masih dapat dijual. Namun, kerusakan harus disampaikan sejak awal agar tidak menimbulkan masalah saat proses transaksi.
3. Bersihkan dan Perbaiki Sebelum Dijual
Furniture yang bersih akan terlihat lebih menarik dan memiliki peluang lebih besar untuk terjual. Bersihkan debu, noda, sisa stiker, dan kotoran yang menempel pada permukaan barang.
Jika memungkinkan, lakukan perbaikan ringan. Misalnya, mengencangkan baut, mengganti roda kursi, memperbaiki engsel, atau membersihkan karat pada bagian logam.
Tidak semua kerusakan harus diperbaiki. Prioritaskan perbaikan yang biayanya rendah tetapi dapat meningkatkan tampilan dan fungsi furniture.
Hindari renovasi besar jika biaya perbaikannya lebih tinggi daripada kemungkinan kenaikan harga jual. Perusahaan sebaiknya menghitung biaya perbaikan sebelum menentukan langkah tersebut.
4. Ambil Foto dari Berbagai Sudut
Foto menjadi salah satu faktor penting dalam penjualan furniture bekas. Gunakan pencahayaan yang cukup dan ambil gambar dari beberapa sudut.
Foto bagian depan, samping, atas, belakang, serta detail kerusakan jika ada. Calon pembeli akan lebih percaya jika kondisi barang terlihat dengan jelas.
Gunakan latar belakang yang rapi agar furniture menjadi fokus utama. Hindari mengambil foto di ruangan yang terlalu gelap, berantakan, atau penuh barang lain.
Jika menjual banyak furniture, berikan foto keseluruhan dan foto detail untuk setiap jenis barang. Foto yang jelas dapat mengurangi pertanyaan berulang dari calon pembeli.
Selain itu, foto yang lengkap membantu perusahaan menerima penawaran tanpa harus selalu menjadwalkan kunjungan awal.
5. Tulis Deskripsi Secara Lengkap
Deskripsi yang lengkap membantu calon pembeli memahami barang sebelum menghubungi perusahaan. Tuliskan jenis furniture, jumlah, ukuran, bahan, merek, warna, dan kondisi penggunaannya.
Jelaskan juga apakah barang masih digunakan, sudah dibersihkan, atau membutuhkan perbaikan tertentu. Jangan menyembunyikan kekurangan karena dapat mengurangi kepercayaan pembeli.
Contoh deskripsi:
"Dijual meja kerja kantor sebanyak 20 unit. Ukuran 120 x 60 sentimeter, bahan particle board, warna cokelat, kondisi masih kokoh, dan terdapat beberapa goresan ringan pada permukaan."
Informasi yang jelas membuat proses penawaran menjadi lebih cepat. Pembeli juga dapat menyesuaikan kebutuhan berdasarkan ukuran dan jumlah furniture.
Jika furniture dijual secara borongan, cantumkan jumlah minimum pembelian dan informasi apakah harga sudah termasuk proses pengangkutan.
6. Tentukan Harga yang Masuk Akal
Harga furniture bekas perusahaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan harga pasar. Jangan hanya menentukan harga berdasarkan harga pembelian saat barang masih baru.
Pertimbangkan usia barang, merek, kualitas bahan, kondisi fisik, jumlah unit, serta biaya bongkar dan angkut.
Furniture dengan kondisi sangat baik dapat ditawarkan dengan harga lebih tinggi. Sebaliknya, barang yang memiliki kerusakan atau sudah lama digunakan perlu diberi harga yang lebih realistis.
Jika menjual dalam jumlah banyak, perusahaan dapat menawarkan harga paket. Harga borongan sering menarik bagi pembeli yang membutuhkan furniture dalam jumlah besar.
Sisakan ruang untuk negosiasi, tetapi tetap tentukan batas harga terendah agar transaksi tidak merugikan perusahaan.
7. Pisahkan Barang Berdasarkan Kondisi
Furniture dalam kondisi sangat baik dapat dijual satuan. Barang dengan kondisi standar atau memiliki kekurangan ringan dapat ditawarkan dalam bentuk paket.
Sementara itu, furniture yang rusak berat dapat dijual sebagai barang perbaikan atau material bekas.
8. Pilih Saluran Penjualan yang Tepat
Furniture dapat ditawarkan melalui beberapa saluran penjualan. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah barang, target pembeli, dan waktu yang tersedia.
Untuk jumlah kecil, marketplace dan media sosial dapat menjadi pilihan. Tampilkan foto, deskripsi, harga, lokasi, serta informasi mengenai pengambilan barang.
Untuk jumlah besar, perusahaan dapat bekerja sama dengan pembeli furniture kantor bekas atau penyedia jasa penerimaan barang bekas kantor.
Cara tersebut biasanya lebih praktis karena proses survei, negosiasi, pembongkaran, dan pengangkutan dapat dibantu oleh pihak pembeli.
Bagi perusahaan, pilihan ini dapat menghemat waktu tim internal yang biasanya perlu menangani pekerjaan operasional lain.
9. Jelaskan Lokasi dan Akses Pengambilan
Lokasi furniture perlu dijelaskan sejak awal. Informasikan kota, area, lantai gedung, ketersediaan lift, serta akses kendaraan menuju lokasi.
Hal ini penting karena furniture kantor biasanya berukuran besar dan membutuhkan proses pemindahan khusus.
Tentukan juga pihak yang bertanggung jawab atas pembongkaran dan pengangkutan. Apakah biaya tersebut ditanggung pembeli atau sudah termasuk dalam harga jual?
Informasi yang jelas dapat mencegah kesalahpahaman setelah transaksi disepakati.
Jika kantor berada di gedung bertingkat, koordinasikan jadwal pengambilan dengan pengelola gedung dan petugas keamanan.
10. Siapkan Dokumen dan Bukti Kepemilikan
Jika furniture merupakan aset perusahaan, siapkan dokumen pendukung yang diperlukan. Dokumen tersebut dapat berupa daftar inventaris, berita acara penghapusan aset, atau bukti bahwa barang memang boleh dijual.
Kelengkapan dokumen membuat proses penjualan lebih aman dan profesional. Hal ini terutama penting jika furniture dijual dalam jumlah besar.
Pastikan proses persetujuan internal telah selesai sebelum furniture ditawarkan kepada pihak lain. Dengan begitu, transaksi tidak terganggu oleh masalah administrasi.
Dokumen serah terima juga sebaiknya disimpan setelah barang diambil. Catatan tersebut dapat membantu perusahaan dalam melakukan audit atau memperbarui daftar aset.
Persiapan Sebelum Furniture Diambil
Kosongkan jalur menuju pintu keluar dan pastikan akses lift dapat digunakan. Jika terdapat meja atau lemari berukuran besar, tentukan apakah barang perlu dibongkar terlebih dahulu.
Perusahaan juga perlu menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab di lokasi. Orang tersebut dapat mencocokkan barang, mendampingi proses pengangkutan, dan menandatangani dokumen serah terima.
Persiapan sederhana ini dapat membuat proses pengambilan berjalan lebih cepat dan mengurangi risiko kerusakan pada barang maupun fasilitas gedung.
Pertimbangkan Bantuan Profesional
Menjual furniture bekas dalam jumlah banyak membutuhkan waktu untuk mendata, memotret, membuat penawaran, melayani calon pembeli, dan mengatur pengangkutan.
Bagi perusahaan yang sedang pindah kantor, melakukan renovasi, atau mengurangi aset, proses tersebut bisa cukup menyita perhatian tim internal.
Karena itu, menggunakan jasa yang menangani barang bekas kantor dapat menjadi pilihan praktis. Perusahaan dapat berkonsultasi mengenai jenis barang, jumlah furniture, kondisi aset, dan proses pengambilannya.
Layanan Terima Barang Bekas Kantor
Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi perusahaan, kantor cabang, pemilik gedung, dan pengelola aset yang ingin mengatur proses penyaluran furniture bekas secara lebih praktis.
Sebelum menghubungi penyedia jasa, siapkan informasi seperti daftar barang, jumlah unit, foto, kondisi furniture, dan lokasi pengambilan.
Dengan informasi tersebut, proses komunikasi dan penilaian awal dapat berjalan lebih mudah.
Daripada memenuhi gudang atau menghambat proses renovasi kantor, kamu dapat berkonsultasi dengan tim terimabarangbekaskantor.com untuk mengetahui opsi penanganan furniture bekas perusahaan yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Kesimpulan
Tips jual furniture bekas perusahaan yang paling penting adalah melakukan pendataan, memeriksa kondisi, membersihkan barang, mengambil foto yang jelas, dan menentukan harga secara realistis.
Jelaskan seluruh informasi secara terbuka, termasuk ukuran, jumlah, kondisi, lokasi, serta biaya pembongkaran dan pengangkutan.
Untuk jumlah furniture yang banyak, penjualan secara borongan atau menggunakan jasa penerimaan barang bekas kantor dapat membuat proses lebih praktis.
Dengan persiapan yang baik, furniture kantor yang sudah tidak digunakan masih dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan membantu pembeli mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Jika proses penjualan terasa terlalu memakan waktu, perusahaan dapat mempertimbangkan bantuan dari terimabarangbekaskantor.com agar pengelolaan furniture bekas dapat dilakukan secara lebih terarah.
Samsuri
Terima Barang Bekas Kantor merupakan layanan profesional yang bergerak di bidang pembelian aset perusahaan, furniture kantor, komputer, printer, AC, logam bekas, mesin industri, hingga jasa pengosongan kantor. Tim kami berpengalaman membantu perusahaan menjual aset yang sudah tidak digunakan dengan proses yang cepat, transparan, dan pembayaran langsung.


